Musabaah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional XXVI Tahun 2016 akan digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 28 Juli - 7 Agustus 2016.
Adapun tema MTQN XXVI adalah ‘MTQ Nasional Upaya Mewujudkan Revolusi Mental dalam Pemantapan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin’. Lalu apa hubungannya antara MTQ dengan Revolusi Mental?
Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Agus Sartono, mengatakan MTQN di Kota Mataram adalah pertama di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh sebab itu, revolusi mental menjadi bagian dari kegiatan MTQ.
“Revolusi mental adalah gerakan nasional, maindset masyarakat agar memiliki etos kerja tinggi, berintegritas dan gotong royong,” kata Agus Sartono dalam perbincangan dengan media pers, Jumat (15/7/2016).
Adapun korelasi antara MTQ dengan revolusi mental yakni pertama, diharapkan Qori dan Qoriah serta delegasi yang berkompetisi di MTQ, mengutamakan integritas, menjaga kejujuran dan tidak terjadi kecurangan. Peserta, kata Agus, berkompetisi dengan bertanggung jawab.
Kedua, etos kerja, maksudnya melalui MTQ, peserta ditekankan untuk berusaha dengan gigih untuk menjadi juara karena prestasi tertinggi dapat diraih melalui kerja keras. Ketiga, gotong royong. Keberhasilan MTQ merupakan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah tidak hanya menjadi tuan rumah namun juga menyiapkan Qori dan Qoriah handal untuk tampil di pentas nasional.
“MTQ merupakan media untuk mencari Qori dan Qoriah, mufasir. Mereka memiliki peranan penting dalam membangun keharmonisan kerukunan umat beragama," ujar Agus.
MTQ 2016, diikuti oleh 1.300 dari 34 provinsi dan diperkirakan terdapat 5 ribu orang akan memeriahkan MTQ 2016. Dia berharap pelaksanaan MTQ 2016 lebih bersih, lebih dan lebih profesional. Melombakan tujuh cabang dengan 18 golongan.
Adapun tema MTQN XXVI adalah ‘MTQ Nasional Upaya Mewujudkan Revolusi Mental dalam Pemantapan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin’. Lalu apa hubungannya antara MTQ dengan Revolusi Mental?
Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Agus Sartono, mengatakan MTQN di Kota Mataram adalah pertama di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh sebab itu, revolusi mental menjadi bagian dari kegiatan MTQ.
“Revolusi mental adalah gerakan nasional, maindset masyarakat agar memiliki etos kerja tinggi, berintegritas dan gotong royong,” kata Agus Sartono dalam perbincangan dengan media pers, Jumat (15/7/2016).
Adapun korelasi antara MTQ dengan revolusi mental yakni pertama, diharapkan Qori dan Qoriah serta delegasi yang berkompetisi di MTQ, mengutamakan integritas, menjaga kejujuran dan tidak terjadi kecurangan. Peserta, kata Agus, berkompetisi dengan bertanggung jawab.
Kedua, etos kerja, maksudnya melalui MTQ, peserta ditekankan untuk berusaha dengan gigih untuk menjadi juara karena prestasi tertinggi dapat diraih melalui kerja keras. Ketiga, gotong royong. Keberhasilan MTQ merupakan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah tidak hanya menjadi tuan rumah namun juga menyiapkan Qori dan Qoriah handal untuk tampil di pentas nasional.
“MTQ merupakan media untuk mencari Qori dan Qoriah, mufasir. Mereka memiliki peranan penting dalam membangun keharmonisan kerukunan umat beragama," ujar Agus.
MTQ 2016, diikuti oleh 1.300 dari 34 provinsi dan diperkirakan terdapat 5 ribu orang akan memeriahkan MTQ 2016. Dia berharap pelaksanaan MTQ 2016 lebih bersih, lebih dan lebih profesional. Melombakan tujuh cabang dengan 18 golongan.
Musabaqah Tilawatil Qur'an 2016 tekankan Revolusi Mental
Reviewed by Unknown
on
6:06 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
6:06 AM
Rating:

No comments: