Eropa apresiasi kebijakan ekonomi dan toleransi di Indonesia, pernyataan ini diungkapkan dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi selama lima hari di negara anggota Uni Eropa.
Presiden Joko Widodo menyampaikan ada dua hal yang diperoleh dari kunjungan tersebut.
"Yang pertama, kepercayaan kalangan bisnis negara-negara tersebut dan juga Uni Eropa terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan deregulasi ekonomi, lanjut Presiden disambut sangat positif," ujar Presiden Joko Widodo di Ruang VVIP Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu petang (24/4/2016).
Hal yang kedua diperoleh dari kunjungan itu adalah apresiasi dan harapan yang tinggi terhadap peran Indonesia untuk perdamaian, melalui pengembangan Islam yang moderat, yang demokratis dan toleran.
"Saat ini, nilai Islam yang damai, yang demokratis, yang moderat, yang toleran, telah menjadi aset diplomasi Indonesia di mata dunia," kata Presiden.
Selain itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa ada komitmen untuk memfokuskan atau memprioritas kerjasama pada satu sektor tertentu di setiap negara yang dikunjungi:
Jerman
Kerjasama difokuskan pada pelatihan dan pendidikan vokasi.
"Untuk menciptakan pekerja yang terampil yang sesuai kebutuhan pasar dan kompetitif. Dan pada bulan Mei 2016 akan dilakukan kunjungan delegasi Jerman untuk menindaklanjuti pertemuan Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel. Penguatan pelatihan dan pendidikan vokasi akan menciptakan tenaga terampil sesuai kebutuhan pasar dan kompetitif," kata Presiden.
Inggris
Kerjasama difokuskan pada ekonomi dan industri kreatif. Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif.
"Saya senang melihat 5 designer muda Indonesia yang memajang produknya di Department Store besar yang ada di London," ucap Presiden Jokowi.
Belgia dan Uni Eropa
Pembahasan scoping papers mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang sempat terhenti bertahun-tahun, akhirnya dapat diselesaikan. Scoping Papers ini akan menjadi dasar bagi negoisasi CEPA.
"Kecepatan kita dalam menyelesaikan scoping papers sangat dihargai dan kita tinggal melanjutkan pada negoisasinya," kata Presiden.
Belanda
Kerjasama difokuskan pada bidang maritim dan pengelolaan air.
Bulan November PM Belanda akan berkunjung ke Indonesia disertai delegasi bisnis yang ada," ungkap Presiden.
Presiden Joko Widodo menyampaikan ada dua hal yang diperoleh dari kunjungan tersebut.
"Yang pertama, kepercayaan kalangan bisnis negara-negara tersebut dan juga Uni Eropa terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan deregulasi ekonomi, lanjut Presiden disambut sangat positif," ujar Presiden Joko Widodo di Ruang VVIP Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta, Sabtu petang (24/4/2016).
Hal yang kedua diperoleh dari kunjungan itu adalah apresiasi dan harapan yang tinggi terhadap peran Indonesia untuk perdamaian, melalui pengembangan Islam yang moderat, yang demokratis dan toleran.
"Saat ini, nilai Islam yang damai, yang demokratis, yang moderat, yang toleran, telah menjadi aset diplomasi Indonesia di mata dunia," kata Presiden.
Selain itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa ada komitmen untuk memfokuskan atau memprioritas kerjasama pada satu sektor tertentu di setiap negara yang dikunjungi:
Jerman
Kerjasama difokuskan pada pelatihan dan pendidikan vokasi.
"Untuk menciptakan pekerja yang terampil yang sesuai kebutuhan pasar dan kompetitif. Dan pada bulan Mei 2016 akan dilakukan kunjungan delegasi Jerman untuk menindaklanjuti pertemuan Presiden Jokowi dan Kanselir Merkel. Penguatan pelatihan dan pendidikan vokasi akan menciptakan tenaga terampil sesuai kebutuhan pasar dan kompetitif," kata Presiden.
Inggris
Kerjasama difokuskan pada ekonomi dan industri kreatif. Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif.
"Saya senang melihat 5 designer muda Indonesia yang memajang produknya di Department Store besar yang ada di London," ucap Presiden Jokowi.
Belgia dan Uni Eropa
Pembahasan scoping papers mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang sempat terhenti bertahun-tahun, akhirnya dapat diselesaikan. Scoping Papers ini akan menjadi dasar bagi negoisasi CEPA.
"Kecepatan kita dalam menyelesaikan scoping papers sangat dihargai dan kita tinggal melanjutkan pada negoisasinya," kata Presiden.
Belanda
Kerjasama difokuskan pada bidang maritim dan pengelolaan air.
Bulan November PM Belanda akan berkunjung ke Indonesia disertai delegasi bisnis yang ada," ungkap Presiden.
Eropa Apresiasi Ekonomi Dan Toleransi di Indonesia
Reviewed by Unknown
on
7:17 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
7:17 PM
Rating:

No comments: