Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan upaya pembebasan 14 orang WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina harus dilakukan penuh perhitungan dan hati-hati karena menyesuaikan dengan kondisi dan dinamika di lapangan. Menteri Retno juga mengkonfirmasi bahwa sejauh ini kondisi 14 WNI dalam keadaan baik.
"Pemerintah Akan terus mengupayakan berbagai macam cara untuk menyelamatkan 14 orang WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina," ujar Retno di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Menlu mengatakan, dirinya terus mengomunikasikan Hal ini dengan Pemerintah Filipina. Ia pun kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat menghormati konstitusi Pemerintah Filipina dalam menyelesaikan masalah ini.
"Tadi pagi kan sudah di dalam (bicara dengan Presiden, red). Insya Allah sampai saat ini (kondisi) mereka masih dalam keadaan baik. Masalah pembebasan sandera itu kan bukan hitung-hitungan 1+1=2. Jadi, kan tidak bisa dihitung secara matematis, semuanya banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi. Jadi sekali lagi, buat kita yang paling penting adalah bagaimana supaya kita mencoba untuk membebaskan 10 saudara kita plus empat yang belakangan, ya dalam kondisi selamat
Jadi sekali lagi, ini bukan hitung-hitungan matematis lho ya, bukan 1+1=2. Semata akan tergantung dengan situasi dan dinamika di lapangan yang sangat pelik. Apapun kita lakukan, saya sudah sampaikan berkala-kali, kita sudah melakukan hal yang paling optimal. .Detailnya nggak bisa saya sampaikan," paparnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia melakukan kajian pelaksanaan patroli bersama di sekitar perairan Sulu dan Laut Sulawesi. Menurutnya, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak dapat memasuki kawasan Filipina secara sembarangan karena menyangkut konstitusi negara.
"Pemerintah Akan terus mengupayakan berbagai macam cara untuk menyelamatkan 14 orang WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina," ujar Retno di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Menlu mengatakan, dirinya terus mengomunikasikan Hal ini dengan Pemerintah Filipina. Ia pun kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat menghormati konstitusi Pemerintah Filipina dalam menyelesaikan masalah ini.
"Tadi pagi kan sudah di dalam (bicara dengan Presiden, red). Insya Allah sampai saat ini (kondisi) mereka masih dalam keadaan baik. Masalah pembebasan sandera itu kan bukan hitung-hitungan 1+1=2. Jadi, kan tidak bisa dihitung secara matematis, semuanya banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi. Jadi sekali lagi, buat kita yang paling penting adalah bagaimana supaya kita mencoba untuk membebaskan 10 saudara kita plus empat yang belakangan, ya dalam kondisi selamat
Jadi sekali lagi, ini bukan hitung-hitungan matematis lho ya, bukan 1+1=2. Semata akan tergantung dengan situasi dan dinamika di lapangan yang sangat pelik. Apapun kita lakukan, saya sudah sampaikan berkala-kali, kita sudah melakukan hal yang paling optimal. .Detailnya nggak bisa saya sampaikan," paparnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia melakukan kajian pelaksanaan patroli bersama di sekitar perairan Sulu dan Laut Sulawesi. Menurutnya, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak dapat memasuki kawasan Filipina secara sembarangan karena menyangkut konstitusi negara.
Menlu: Pembebasan WNI Dari Abu Sayyaf Penuh Perhitubgan
Reviewed by Unknown
on
7:13 PM
Rating:
No comments: