Kepala staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan siap menyerang markas kelompok militan Abu Sayyaf untuk membebaskan WNI yang di sandera jika diinstruksikan.
Belum ada instruksi pelarangan bagi kapal kapal yang mengangkut barang niaga ke berbagai tujuan negara di ASEAN, baik Malaysia maupun Filipina, paska terjadinya penyanderaan terhadap ABK Kapal oleh terduga teroris kelompok Abu Sayyaf.
Meskidemikian, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengungkapkan, pihaknya menghimbau kepada instansi terkait, khususnya kepada Dirjen Perhubungan, untuk memberikan pemberitahuan juga terhadap TNI AL, sebelum kapal-kapal tersebut berlayar kelintas negara.
"Memang kalau saya juga sampaikan kepada Dirjen, Kementerian Perhubungan, sebaiknya kapal kapal itu pada saat merlintas juga memberikan informasi kepada unsur laut yang ada di situ, dan kita juga akan komunikasikan dengan angkatan laut Malaysia dan Philipin," ujarnya disela acara puncak acara HUT Pasmar 1 si Suramadu, Surabaya, Kamis (28/4/2016).
Dijelaskannya, TNI AL telah menyiapkan pasukan jika sewaktu waktu mendapat instruksi untuk turun dalam penyelamatan sandra. Sejumlah kekuatan kapal juga sudah disiapkan, meskidemikian tambahnya, tanpa ada kejadian seperti ini, kapal TNI AL juga berada di perbatasan guna pengamanan teritorial negara.
"Pemberitahuan sudah ada, bahwa keselamatan sandra ini diutamakan," ungkapnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menyatakan pembajak kapal berbendera RI Anand 12 meminta uang tebusan. Kapal tersebut merupakan satu dari dua kapal yang dibajak di perairan Filipina, setidaknya ada 10 WNI yang disandera.
Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 50 juta peso atau setara Rp14 miliar. Saat ini, sedang dilakukan negosiasi oleh pihak perusahaan dengan kelompok Abu Sayyaf.
Belum ada instruksi pelarangan bagi kapal kapal yang mengangkut barang niaga ke berbagai tujuan negara di ASEAN, baik Malaysia maupun Filipina, paska terjadinya penyanderaan terhadap ABK Kapal oleh terduga teroris kelompok Abu Sayyaf.
Meskidemikian, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengungkapkan, pihaknya menghimbau kepada instansi terkait, khususnya kepada Dirjen Perhubungan, untuk memberikan pemberitahuan juga terhadap TNI AL, sebelum kapal-kapal tersebut berlayar kelintas negara.
"Memang kalau saya juga sampaikan kepada Dirjen, Kementerian Perhubungan, sebaiknya kapal kapal itu pada saat merlintas juga memberikan informasi kepada unsur laut yang ada di situ, dan kita juga akan komunikasikan dengan angkatan laut Malaysia dan Philipin," ujarnya disela acara puncak acara HUT Pasmar 1 si Suramadu, Surabaya, Kamis (28/4/2016).
Dijelaskannya, TNI AL telah menyiapkan pasukan jika sewaktu waktu mendapat instruksi untuk turun dalam penyelamatan sandra. Sejumlah kekuatan kapal juga sudah disiapkan, meskidemikian tambahnya, tanpa ada kejadian seperti ini, kapal TNI AL juga berada di perbatasan guna pengamanan teritorial negara.
"Pemberitahuan sudah ada, bahwa keselamatan sandra ini diutamakan," ungkapnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menyatakan pembajak kapal berbendera RI Anand 12 meminta uang tebusan. Kapal tersebut merupakan satu dari dua kapal yang dibajak di perairan Filipina, setidaknya ada 10 WNI yang disandera.
Kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 50 juta peso atau setara Rp14 miliar. Saat ini, sedang dilakukan negosiasi oleh pihak perusahaan dengan kelompok Abu Sayyaf.
TNI AL siap menyerang markas Abu Sayyaf untuk membebaskan sandera
Reviewed by Unknown
on
1:32 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
1:32 AM
Rating:

No comments: