Menurut pakar komunikasi politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Harmonis; semakin banyak partai besar yang mendekat ke Gubernur incumben Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok sudah bisa diprediksi sejak lama.
Hal ini semakin terlihat ketika KPK menyatakan tidak ada indikasi korupsi dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras.
"Skenarionya sudah jelas Ahok diamankan, partai-partai akan merapat ke Ahok dengan alasan Ahok diterima publik," katanya, Selasa (14/6/2016).
Ia mengatakan hal ini memang belum dikaji dengan serius dalam tataran akademis. Tapi, kata Harmonis, analisas sederhana tersebut akan sulit dibantah. Harmonis mengatakan dari sekian banyak kasus tidak ada satu pun Ahok terbukti.
Hal ini, menurut Harmonis membuktikan ada suatu kelompok atau personal yang memiliki pengaruh besar dibelakang Ahok. Harmonis menambahkan mengetahui begitu besar pengaruh yang dibelakang Ahok partai-partai pun akan ikut merapat.
Karena, tambah Harmonis, partai politik di Indonesia cenderung pragmatis. Partai politik di Indonesia akan mengikuti atau mendekat kepada calon atau tokoh yang memiliki pengaruh yang besar di masyarakat atau elit.
"Padahal saya berharap seperti Golkar dapat memberikan alternatif yang lain, tapi pola pikirnya pragamatis," kata Harmonis.
Menurut Harmonis tingginya popularitas Ahok hanya disebabkan banyaknya akun media sosial yang mendukungnya. "Di komunikasi kita belajar siapa yang memegang media, baik media sosial maupun konvensional, dia yang memegang opini," katanya.
Sebelumnya, Partai Golkar menyatakan mendukung Ahok. Saat ini beberapa partai politik seperti Partai NasDem dan Partai Hanura menyatakan mendukung Ahok.
Hal ini semakin terlihat ketika KPK menyatakan tidak ada indikasi korupsi dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras.
"Skenarionya sudah jelas Ahok diamankan, partai-partai akan merapat ke Ahok dengan alasan Ahok diterima publik," katanya, Selasa (14/6/2016).
Ia mengatakan hal ini memang belum dikaji dengan serius dalam tataran akademis. Tapi, kata Harmonis, analisas sederhana tersebut akan sulit dibantah. Harmonis mengatakan dari sekian banyak kasus tidak ada satu pun Ahok terbukti.
Hal ini, menurut Harmonis membuktikan ada suatu kelompok atau personal yang memiliki pengaruh besar dibelakang Ahok. Harmonis menambahkan mengetahui begitu besar pengaruh yang dibelakang Ahok partai-partai pun akan ikut merapat.
Karena, tambah Harmonis, partai politik di Indonesia cenderung pragmatis. Partai politik di Indonesia akan mengikuti atau mendekat kepada calon atau tokoh yang memiliki pengaruh yang besar di masyarakat atau elit.
"Padahal saya berharap seperti Golkar dapat memberikan alternatif yang lain, tapi pola pikirnya pragamatis," kata Harmonis.
Menurut Harmonis tingginya popularitas Ahok hanya disebabkan banyaknya akun media sosial yang mendukungnya. "Di komunikasi kita belajar siapa yang memegang media, baik media sosial maupun konvensional, dia yang memegang opini," katanya.
Sebelumnya, Partai Golkar menyatakan mendukung Ahok. Saat ini beberapa partai politik seperti Partai NasDem dan Partai Hanura menyatakan mendukung Ahok.
Pengamat Politik: Ahok sengaja 'Diamankan'
Reviewed by Unknown
on
8:13 PM
Rating:
No comments: