Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan Terminal Penumpang Bandara Matahora di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (8/5/2016). Bersama Menteri Jonan, ikut pula dalam peresmian tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis, dan Bupati Wakatobi Hugua.
Bandara kelas III yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Setelah diresmikan, terminal penumpang hadir dengan dengan tampilan baru, yakni megah dan modern, serta ditunjang dengan fasilitas yang lebih lengkap baik di sisi darat (ground side) maupun sisi udara (air side). Bangunan terminal penumpang seluas 1.524 meter persegi, mampu menampung hingga 150 penumpang.
Menteri Perhubungan dalam sambutannya mengatakan, Wakatobi sebagai destinasi kelas dunia, sudah seharusnya memiliki bandara berkelas dunia. Kementerian Perhubungan akan mendorong dibukanya penerbangan dengan rute Jakarta-Denpasar-Wakatobi.
"Pesawatnya nanti bisa jenis CRJ. Kalau dari Jakarta jarak tempuhnya sekitar 2 jam 20 menit. Kita akan dorong dibukanya rute Jakarta-Denpasar-Wakatobi," ucap Menteri Jonan, Minggu (8/5/2016).
Sikap Menteri Jonan sekaligu menanggapi keinginan dari Bupati Wakatobi, Hugua. Bupati mengatakan bahwa Wakatobi telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai 10 besar daerah destinasi wisata terbaik di Indonesia yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Oleh sebab itu Hugua sudah seharusnya didukung dengan bandara yang juga bertaraf internasional. Ia juga mengatakan, perlu penambahan rute penerbangan dari dan ke Wakatobi.
"Kalau bisa kedepan sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Wakatobi atau Denpasar ke Wakatobi. Saat ini pintu masuk ke Wakatobi masih melalui Makassar, Kendari baru ke Wakatobi," jelas Hugua. Bandara Matahora kini memiliki ruang tunggu terminal penumpang yan lebih luas, tempat counter check-in yang lebih modern, area konsesi yang tertata, dan tidak ketinggalan toilet yang bersih.
Fasilitas sisi darat lainnya yang kini dimiliki seperti, gedung PKP-PK, gedung NDB, gedung DVOR/DME, gedung tower/menara pengawas, gedung genset, gedung CCR, gedung power quality, gedung karantina kesehatan, dan parkir area kendaraan.
Sementara di sisi udara, Bandara Matahora kini memiliki panjang landasan 2.000 meter x 30 meter dengan kekekerasan landasan (PCN) 24 F/B/X/T yang mampu didarati pesawat terbesar yaitu ATR 72-500/600. Selain itu, fasilitas sisi udara lainnya yang dimiliki seperti, taxiway 107 meter x 18 meter, apron 103 meter x 73 meter.
Fasilitas untuk menambah keamanan juga ditingkatkan, seperti penambahan fasilitas pemeriksaan keamanan (x-ray baggage), dan pembangunan pos keamanan di area bandara. Pengembangan fasilitas Bandara Matahora , menelan biaya Rp 80 miliar. Anggaran diambil dari APBN 2015.
Bandara kelas III yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Setelah diresmikan, terminal penumpang hadir dengan dengan tampilan baru, yakni megah dan modern, serta ditunjang dengan fasilitas yang lebih lengkap baik di sisi darat (ground side) maupun sisi udara (air side). Bangunan terminal penumpang seluas 1.524 meter persegi, mampu menampung hingga 150 penumpang.
Menteri Perhubungan dalam sambutannya mengatakan, Wakatobi sebagai destinasi kelas dunia, sudah seharusnya memiliki bandara berkelas dunia. Kementerian Perhubungan akan mendorong dibukanya penerbangan dengan rute Jakarta-Denpasar-Wakatobi.
"Pesawatnya nanti bisa jenis CRJ. Kalau dari Jakarta jarak tempuhnya sekitar 2 jam 20 menit. Kita akan dorong dibukanya rute Jakarta-Denpasar-Wakatobi," ucap Menteri Jonan, Minggu (8/5/2016).
Sikap Menteri Jonan sekaligu menanggapi keinginan dari Bupati Wakatobi, Hugua. Bupati mengatakan bahwa Wakatobi telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai 10 besar daerah destinasi wisata terbaik di Indonesia yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Oleh sebab itu Hugua sudah seharusnya didukung dengan bandara yang juga bertaraf internasional. Ia juga mengatakan, perlu penambahan rute penerbangan dari dan ke Wakatobi.
"Kalau bisa kedepan sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Wakatobi atau Denpasar ke Wakatobi. Saat ini pintu masuk ke Wakatobi masih melalui Makassar, Kendari baru ke Wakatobi," jelas Hugua. Bandara Matahora kini memiliki ruang tunggu terminal penumpang yan lebih luas, tempat counter check-in yang lebih modern, area konsesi yang tertata, dan tidak ketinggalan toilet yang bersih.
Fasilitas sisi darat lainnya yang kini dimiliki seperti, gedung PKP-PK, gedung NDB, gedung DVOR/DME, gedung tower/menara pengawas, gedung genset, gedung CCR, gedung power quality, gedung karantina kesehatan, dan parkir area kendaraan.
Sementara di sisi udara, Bandara Matahora kini memiliki panjang landasan 2.000 meter x 30 meter dengan kekekerasan landasan (PCN) 24 F/B/X/T yang mampu didarati pesawat terbesar yaitu ATR 72-500/600. Selain itu, fasilitas sisi udara lainnya yang dimiliki seperti, taxiway 107 meter x 18 meter, apron 103 meter x 73 meter.
Fasilitas untuk menambah keamanan juga ditingkatkan, seperti penambahan fasilitas pemeriksaan keamanan (x-ray baggage), dan pembangunan pos keamanan di area bandara. Pengembangan fasilitas Bandara Matahora , menelan biaya Rp 80 miliar. Anggaran diambil dari APBN 2015.
Hebat, sekarang Wakatobi punya Bandara Megah
Reviewed by Unknown
on
8:20 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
8:20 AM
Rating:

No comments: