Kurs Rupiah dan sebagian besar mata uang negara dunia melemah terhadap dollar AS setelah The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga pada bulan Juni 2016. Investor masih menunggu rencana Federal Reserve yang bersifat hawkish yang dirilis pekan ini.
Menurut risalah pertemuan Fed pada yang dirilis Rabu, para pejabat terbuka untuk kenaikan suku bunga pada Juni, jika perekonomian AS terus membaik.
"Sebagian besar peserta menilai bahwa jika data yang masuk konsisten dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, kondisi pasar tenaga kerja terus menguat, dan inflasi membuat kemajuan menuju target dua persen, maka kemungkinan akan tepat bagi Komite (Pasar Terbuka Federal/FOMC) meningkatkan kisaran target untuk suku bunga federal funds pada Juni," dikutip dari sumber.
Risalah memicu spekulasi pasar bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih dari satu kali pada tahun ini.
Di sisi ekonomi AS, pada pekan yang berakhir 14 Mei angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 278.000, turun 16.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja, Kamis (19/5/2016).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,22 persen menjadi 95,286 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1200 dolar dari 1,1229 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4619 dolar dari 1,4587 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7224 dolar dari 0,7234 dollar.
Dolar dibeli 109,92 yen Jepang, lebih rendah dari 109,93 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9902 franc Swiss dari 0,9861 franc Swiss, dan beringsut naik ke 1,3087 dolar Kanada dari 1,2991 dollar Kanada.
Menurut risalah pertemuan Fed pada yang dirilis Rabu, para pejabat terbuka untuk kenaikan suku bunga pada Juni, jika perekonomian AS terus membaik.
"Sebagian besar peserta menilai bahwa jika data yang masuk konsisten dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, kondisi pasar tenaga kerja terus menguat, dan inflasi membuat kemajuan menuju target dua persen, maka kemungkinan akan tepat bagi Komite (Pasar Terbuka Federal/FOMC) meningkatkan kisaran target untuk suku bunga federal funds pada Juni," dikutip dari sumber.
Risalah memicu spekulasi pasar bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih dari satu kali pada tahun ini.
Di sisi ekonomi AS, pada pekan yang berakhir 14 Mei angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 278.000, turun 16.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja, Kamis (19/5/2016).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,22 persen menjadi 95,286 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1200 dolar dari 1,1229 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4619 dolar dari 1,4587 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7224 dolar dari 0,7234 dollar.
Dolar dibeli 109,92 yen Jepang, lebih rendah dari 109,93 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9902 franc Swiss dari 0,9861 franc Swiss, dan beringsut naik ke 1,3087 dolar Kanada dari 1,2991 dollar Kanada.
Rupiah melemah setelah Fed naikan suku bunga Juni
Reviewed by Unknown
on
6:56 PM
Rating:
No comments: