Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1437 H/2016 M di Istana Negara, Jakarta, tanpa dihadiri oleh Presiden Joko Widodo karena kepala negara sedang melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Isra Mi'raj kali ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan pimipinan lembaga negara.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia periode 2009-2014, Hajriyanto Y. Thohari membacakan hikmah Isra Mi'raj.
“Kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan uraian hikmah adalah kesempatan yang besar. Saya mengucapkan terima kasih,” ujar Hajriyanto Y. Thohari, Rabu (4/5/2016).
Ada 3 hikmah besar dari Isra Mi’raj mengacu surat Al-Isra ayat 1, yang artinya ‘Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Hikmah pertama, yang dimaksud Masjid Haram adalah Kabah, tempat shalat. “Ketika itu banyak berhala. Kata-kata ini menunjukan risalah baru datang telah datang lagi sebagai kelanjutan risalah sebelumnya.
Kedua adalah sebuah sikap tenggang rasa yang diberikan Umar bin Khatab. Waktu pemerintahan Umar bin Khatab, Kota Jurusalem dibagi 4 sektor yakni sektor pertama Kaum Yahudi, sektor kedua Kristen Ortodoks, Kristen Armenia dan sektor ketiga adalah umat Islam.
Ketiga adalah Allah meliputi segala-galanya. Dalam hikmah Isra Mi'raj juga didorong agar menguasai ilmu pengetahuan.
Peringatan Isra Mi’raj ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD,Irman Gusman.Adapun Menteri Kabinet Kerja yang hadir diantaranya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin; Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya; Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi; dan kepala Staf Presiden Teten Masduki.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia periode 2009-2014, Hajriyanto Y. Thohari membacakan hikmah Isra Mi'raj.
“Kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan uraian hikmah adalah kesempatan yang besar. Saya mengucapkan terima kasih,” ujar Hajriyanto Y. Thohari, Rabu (4/5/2016).
Ada 3 hikmah besar dari Isra Mi’raj mengacu surat Al-Isra ayat 1, yang artinya ‘Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Hikmah pertama, yang dimaksud Masjid Haram adalah Kabah, tempat shalat. “Ketika itu banyak berhala. Kata-kata ini menunjukan risalah baru datang telah datang lagi sebagai kelanjutan risalah sebelumnya.
Kedua adalah sebuah sikap tenggang rasa yang diberikan Umar bin Khatab. Waktu pemerintahan Umar bin Khatab, Kota Jurusalem dibagi 4 sektor yakni sektor pertama Kaum Yahudi, sektor kedua Kristen Ortodoks, Kristen Armenia dan sektor ketiga adalah umat Islam.
Ketiga adalah Allah meliputi segala-galanya. Dalam hikmah Isra Mi'raj juga didorong agar menguasai ilmu pengetahuan.
Peringatan Isra Mi’raj ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD,Irman Gusman.Adapun Menteri Kabinet Kerja yang hadir diantaranya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin; Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya; Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi; dan kepala Staf Presiden Teten Masduki.
Hikmah Isra Mi'raj, Tenggang Rasa dan Toleransi
Reviewed by Unknown
on
8:28 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
8:28 PM
Rating:

No comments: