Provinsi Riau segera memiliki laboratorium gambut internasional, setelah adanya tindaj lanjut dari penirian loboratorium itu antara pihak Badan Restorasi Gambut dan peneliti dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Jepang yang penandatanganan MoU antar pihak dilaksanakan di Jakarta pada akhir bulan Mei ini.
Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman kepada wartawan, Jumat (13/5/2016).
Dia menjelaskan laboratorium gambut di pusatkan di pulau Tebing Tinggi, Desa Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Sebab wilayah itu bersamaan dengan program BRG untuk memulihkan lahan gambut yang rusak.
"BRG dan Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan sejumlah peneliti dari Universitas Kyoto Jepang, National Institues For The Humanities (NIHU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mereealisasikan rencana tersebut," katanya.
Dia mengaku, direncakana tim riset asal Jepang akan berkunjung ke Riau untuk kemudian berkoordinasi dengan BRG guna merealisasikan rencana itu.
"Provinsi Riau akan mendapatkan banyak keuntungan dengan adanya realisasi laboratorium gambut internasional. Salah satunya adalah pengembangan budidaya sagu dan produk turunannya guna menambah nilai plus ekonomi," tambahnya.
Menurutnya, tugas BRG adalah merestorasi gambut mengembalikan tanaman yang cocok dengan gambut, di Meranti sangat cocok tanaman sagu. Apalagi masyarakatnya sangat familiar dengan budidaya sagu.
"Jadi jika laboratorium itu sudah ada, maka peneliti Indonesia dan Riau juga akan mendapat transfer ilmu dengan bekerjasama dengan peneliti Jepang dan negara lainya yang akan terlibat," jelasnya.
Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman kepada wartawan, Jumat (13/5/2016).
Dia menjelaskan laboratorium gambut di pusatkan di pulau Tebing Tinggi, Desa Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Sebab wilayah itu bersamaan dengan program BRG untuk memulihkan lahan gambut yang rusak.
"BRG dan Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan sejumlah peneliti dari Universitas Kyoto Jepang, National Institues For The Humanities (NIHU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mereealisasikan rencana tersebut," katanya.
Dia mengaku, direncakana tim riset asal Jepang akan berkunjung ke Riau untuk kemudian berkoordinasi dengan BRG guna merealisasikan rencana itu.
"Provinsi Riau akan mendapatkan banyak keuntungan dengan adanya realisasi laboratorium gambut internasional. Salah satunya adalah pengembangan budidaya sagu dan produk turunannya guna menambah nilai plus ekonomi," tambahnya.
Menurutnya, tugas BRG adalah merestorasi gambut mengembalikan tanaman yang cocok dengan gambut, di Meranti sangat cocok tanaman sagu. Apalagi masyarakatnya sangat familiar dengan budidaya sagu.
"Jadi jika laboratorium itu sudah ada, maka peneliti Indonesia dan Riau juga akan mendapat transfer ilmu dengan bekerjasama dengan peneliti Jepang dan negara lainya yang akan terlibat," jelasnya.
Riau Segera Memiliki Laboratorium Gambut Internasional
Reviewed by Unknown
on
9:52 PM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
9:52 PM
Rating:

No comments: